Kamis, 16 April 2009

Perjalanan Hidup di daerah Pasang Surut Sumatera Selatan


Tahun 1983 ketika menginjakkan kaki di tlatah bumi Sriwijaya, Palembang, Sumatera Selatan, hatiku terasa lain, ketika aku menemani pamanku mendapatkan undangan dari Pamen Kepolisian Polda Palembang yang waktu itu menjabat sebagai Kadispen (Kepala Dinas Penerangan)untuk membuat taman di halaman rumahnya. Sambil membantu membuat taman, kulayangkan beberapa surat lamaran kerja kebeberapa instansi / lembaga untuk mendapatkan kerja yang tetap.

Salah satu dari lamaran kerjaku diterima di suatu Instansi Sosial dan aku ditempatkan di daerah Pasang Surut. Sesuai namanya, daerahnya tersebut memang airnya tergantung dari pasang surutnya air laut. Daerah tersebut merupakan daerah transmigran yang masih dalam pembinaan di KUPT (Kepala Unit Pemukiman Transmigrasi), Babinsa (Badan Pembina Desa), dan sebagainya.
Daerah tersebut merupakan lahan gambut, karena kondisi tanah di beberapa tempat terlihat sangat empuk atau membal bila kita injak-injak/loncat-loncat, dengan kondisi air yang agak payau.
Transportasi masih banyak yang menggunakan air, perahu, speedboat, "Ketek", dan sebagainya.

Senin, 06 April 2009

PENGGING


Anda pernah mendengar kata "Pengging"? Apakah itu berhubungan Kyai Ageng Pengging?
Nama itu sekarang ada di wilayah Kabupaten Boyolali. Kurang lebih 17 km sebelah barat kota Solo (Surakarta. Di tempat itu terdapat mata air yang sampai saat ini terus mengalir bahkan menjadi salah satu aset PAM untuk menyediakan air minum di wilayah Solo dan sekitarnya.
Selain itu juga dibuat tempat permandian yang sering dipakai oleh masyarakat sekitar dan tempat rekreasi untuk umum. Air permandian selalu berganti terus, karena air selalu mengalir atau keluar dari mata air yang keluar di tempat tersebut. Andai dikelola secara profesional maka benar-benar tempat yang nyaman untuk berenang, hanya sayang banyak lumut atau kotoran bekas sachet samphoo yang dibuang sembarangan di kolam tersebut sehingga membuat kotor.
Permandian Pengging sangat ramai dikunjungi masyarakat sebelum bulan Ramadhan atau sehari sebelum masa puasa bagi umat muslim dalam upacara "Padusan" (menyucikan diri) agar dalam menjalani masa puasa di bulan Ramadhan hati tetap suci dan bersih.

Ada juga tempat pemakaman yang banyak didatangi para peziarah karena dianggap keramat. Nah apakah ini tempat sebagai Kyai Ageng Pengging dimakamkan?

Selasa, 31 Maret 2009

KOTA SOLO


Bengawan Solo...riwayatmu ini
Sedari dulu jadi perhatian insani.....

Air matamu dari Solo..
bergunung-gunung Seribu..

Sepenggal lagu "Bengawan Solo", ciptaan dari Gesang mengandung makna bahwa kota Solo mempunyai makna penting dalam transportasi melalui aliran Bengawan Solo. Keindahan sebagai anugerah dari Tuhan yang mempesona terlihat dalam lirik lagu tersebut, suasana damai dan tenang juga terpancar di dalamnya. Air Bengawan Solo yang mengalir sampai jauh dari Solo , Jawa Tengah menuju ke Jawa Timur dan bermuara di sana.

Kapan kota Solo ada dan bagaimana riwayatnya, tidak semua orang tahu. Bahkan nama resminya Surakarta-pun banyak orang yang tidak tahu. kata Solo justro lebih populer dari pada nama resminya Surakarta.

Mari kita coba telusuri bagaimana asal-usul dari kota Solo tersebut.

Menurut sejarah, dahulu di Indonesia berdiri kerajaan Kartasura yang bercorak Islam, yang letaknya 10 km di sebelah barat kota Solo yang sekarang peninggalannya tinggal tembok bata setebal kurang lebih 1 m. Di dalamnya tinggal beberapa rumah dan tempat pemakaman. Entah sebagai pemakaman umum atau keluarga kraton tersebut. Di antara makam-makam tersebut terdapat makam Nyi Sedah Merah selir raja yang terkenal dengan kecantikannya.
Nah..Bagaimana keraton (kerajaan) Kartasura sampai pindah ke Solo (Surakarta Hadiningrat)?
Banyak versi yang tersebar di kalangan rakyat yang berupa folklore, legenda, maupun ceritera sejarah.
Kraton Kartasura Merupakan Kerajaan Islam sebagai awal Kerajaan Mataram Islam di Indonesia. Kota Kartasura merupakan daerah kecamatan bagian dari kabupaten Sukoharjo yang terletak strategis di pertigaan jalan Solo - Yogya - Semarang, sehingga kota Kartasura dapat dijadikan muka wajah Kabupaten Sukoharjo karena dilalui jalan yang strategis dan utama dari berbagai angkutan darat dan letaknya hanya 2 km di sebelah selatan Bandara Adi Sumarmo kota Solo.
....................................................................................
....................................................................................
....................................................................................